Hari kedua Swiss Stage M7 World Championship Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) menghadirkan dua cerita berbeda bagi wakil Indonesia. Alter Ego melangkah mantap dengan kemenangan cepat, sementara ONIC Esports harus menghadapi kenyataan pahit usai menelan kekalahan pertamanya di fase ini. Dua hasil ini sekaligus membuka peta peluang yang kontras bagi keduanya menuju babak knockout.
Alter Ego tampil tanpa kompromi saat berhadapan dengan Black Sentence Esports. Kemenangan 1–0 yang mereka raih bukan sekadar angka, melainkan penegasan dominasi. Laga yang hanya berlangsung sekitar 12 menit itu memperlihatkan kontrol penuh Alter Ego sejak early game, baik dari segi tempo, objektif, maupun eksekusi team fight. Hasil tersebut membawa Alter Ego ke pool 2–0 di Swiss Stage. Dalam format Swiss yang menuntut konsistensi, posisi ini sangat krusial.
Dua kemenangan beruntun membuat Alter Ego berada di jalur ideal untuk mengamankan tiket ke babak knockout. Dengan satu kemenangan tambahan, peluang lolos mereka akan hampir pasti, bahkan membuka kemungkinan masuk ke fase berikutnya tanpa harus melewati laga-laga berisiko tinggi. Lebih dari sekadar hasil, performa Alter Ego menunjukkan kematangan strategi. Mereka tidak hanya menang, tetapi menang dengan efisiensi. Dalam konteks turnamen dunia seperti M7, efisiensi sering kali menjadi pembeda antara tim yang sekadar bertahan dan tim yang siap melaju jauh.
Di sisi lain, ONIC Esports harus menerima hasil yang lebih berat. Menghadapi Yangon Galacticos, ONIC tumbang dengan skor 0–1. Kekalahan ini membuat rekor ONIC menjadi 1–1 di Swiss Stage, sebuah posisi yang belum mengkhawatirkan, namun jelas menuntut kewaspadaan ekstra. ONIC terlihat kesulitan menjaga momentum permainan. Beberapa momen krusial, terutama dalam perebutan objektif, gagal dimaksimalkan dan dimanfaatkan lawan sebagai titik balik. Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa di level M7, kesalahan kecil dapat berujung pada hasil besar.
Secara matematis, peluang ONIC untuk lolos masih terbuka lebar. Dengan satu kemenangan dan satu kekalahan, ONIC masih memiliki ruang untuk mengamankan tiket knockout. Namun, berbeda dengan Alter Ego, ONIC kini tidak lagi berada di jalur aman. Setiap pertandingan berikutnya akan menjadi penentuan, di mana konsistensi dan ketenangan menjadi faktor utama. Swiss Stage M7 tidak memberi ruang bagi tim yang terlambat panas. Hari kedua menjadi cermin betapa tipisnya jarak antara dominasi dan kekalahan.
Bagi Indonesia, Alter Ego saat ini berdiri di ambang kelolosan, sementara ONIC berada di persimpangan yang menuntut respons cepat. Perjalanan masih panjang, tetapi arah sudah mulai terlihat. Jika Alter Ego menjaga ritme dan ONIC mampu bangkit dari tekanan, harapan publik Tanah Air untuk melihat dua wakil Indonesia melaju jauh di M7 World Championship tetap terjaga.
