Sejarah Universitas Raden Rahmat Malang: Perjalanan Kelembagaan Sejak 1984

Foto Kampus Universitas Raden Rahmat Malang (UNIRA Malang).Sumber:Wikimedia Commons / Unira Malang.

Universitas Raden Rahmat Malang (UNIRA Malang) merupakan perguruan tinggi yang lahir dari kesadaran kolektif para ulama, tokoh Nahdlatul Ulama, dan pemerhati pendidikan di wilayah Malang Raya akan pentingnya pendidikan tinggi yang berakar pada nilai keislaman dan kebangsaan. UNIRA tidak berdiri secara instan sebagai universitas, melainkan melalui proses panjang yang bertahap, dimulai dari bentuk sekolah tinggi hingga akhirnya bertransformasi menjadi universitas pada tahun 2004.

Awal Berdiri: Cikal Bakal Sekolah Tinggi (1984)

Cikal bakal UNIRA Malang dimulai pada tahun 1984, ketika Yayasan Pendidikan Raden Rahmat didirikan sebagai badan hukum yang menaungi kegiatan pendidikan tinggi. Pada masa awal tersebut, lembaga pendidikan yang berada di bawah yayasan ini masih berbentuk sekolah tinggi, dengan tujuan utama menyediakan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya kalangan pesantren dan warga Nahdlatul Ulama. 

Pada fase perintisan ini, penyelenggaraan pendidikan dilakukan dengan sarana dan prasarana yang terbatas. Jumlah mahasiswa masih relatif sedikit, dan dosen berasal dari kalangan akademisi lokal, praktisi pendidikan, serta tokoh-tokoh yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Islam. Meskipun sederhana, semangat pendiriannya sangat kuat: membangun lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.

Nama Raden Rahmat, yang dikenal sebagai Sunan Ampel, dipilih sebagai nama lembaga untuk merepresentasikan nilai dakwah, pendidikan, dan moderasi Islam yang menjadi landasan utama penyelenggaraan pendidikan.

Fase Pengembangan: Dari Sekolah Tinggi ke Institut (1990-an)

Memasuki dekade 1990-an, lembaga pendidikan di bawah Yayasan Pendidikan Raden Rahmat mengalami perkembangan signifikan. Jumlah mahasiswa meningkat, program studi bertambah, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ini semakin kuat. Pada periode ini, yayasan menaungi beberapa sekolah tinggi dengan bidang keilmuan yang berbeda, seperti pendidikan, ilmu sosial, ekonomi, dan keagamaan.

Perkembangan tersebut mendorong perlunya penguatan kelembagaan agar pengelolaan akademik menjadi lebih terintegrasi. Oleh karena itu, pada akhir 1990-an, lembaga ini bertransformasi menjadi Institut Raden Rahmat Malang. Perubahan bentuk ini menandai tahap penting dalam sejarah UNIRA, karena institut memungkinkan pengelolaan rumpun keilmuan yang lebih luas dan terkoordinasi.

Pada masa institut, sistem akademik mulai ditata lebih baik, kurikulum distandarkan sesuai ketentuan pemerintah, dan tata kelola kelembagaan diperkuat. Institut Raden Rahmat Malang menjadi jembatan penting menuju cita-cita yang lebih besar: menjadi universitas.

Tonggak Penting: Resmi Menjadi Universitas (2004)

Perjalanan panjang tersebut mencapai titik penting pada tahun 2004, ketika Institut Raden Rahmat Malang resmi berubah status menjadi Universitas Raden Rahmat Malang (UNIRA Malang). Perubahan status ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, yang menjadi dasar hukum penyelenggaraan UNIRA sebagai universitas.

Dengan status universitas, UNIRA Malang menggabungkan berbagai unit dan sekolah tinggi yang sebelumnya berdiri sendiri ke dalam struktur fakultas. Sejak saat itu, UNIRA memiliki beberapa fakultas yang menaungi beragam program studi, antara lain bidang agama Islam, keguruan dan ilmu pendidikan, ilmu sosial dan politik, serta ekonomi.

Perubahan status ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menandai peningkatan tanggung jawab UNIRA dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Peran Pendiri dan Yayasan

Seluruh proses pendirian dan pengembangan UNIRA Malang tidak dapat dilepaskan dari peran Yayasan Pendidikan Raden Rahmat sebagai badan penyelenggara. Yayasan ini didirikan dan dikelola oleh para tokoh NU, ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat yang memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan pendidikan tinggi Islam.

Para pendiri dan perintis UNIRA bekerja dalam semangat kebersamaan dan pengabdian. Mereka menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari segi pendanaan, fasilitas, maupun sumber daya manusia. Namun, konsistensi visi dan dukungan masyarakat membuat UNIRA mampu bertahan dan terus berkembang hingga saat ini.

UNIRA Malang dalam Perkembangan Selanjutnya

Pasca perubahan status menjadi universitas, UNIRA Malang terus melakukan pembenahan dan pengembangan. Fasilitas kampus ditingkatkan, jumlah dosen dan mahasiswa bertambah, serta kerja sama dengan berbagai pihak mulai dikembangkan. UNIRA juga meneguhkan identitasnya sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, moderat, dan berorientasi pada pengabdian masyarakat.

Hingga kini, UNIRA Malang berdiri sebagai hasil dari proses sejarah yang panjang—sebuah perjalanan institusional yang dimulai dari sekolah tinggi sederhana pada tahun 1984, berkembang menjadi institut, dan akhirnya menjadi universitas pada tahun 2004.

Sejarah Universitas Raden Rahmat Malang adalah sejarah pertumbuhan bertahap yang dibangun melalui perjuangan, ketekunan, dan komitmen para pendirinya. Perjalanan tersebut menjadi fondasi bagi UNIRA Malang untuk terus melangkah ke depan sebagai perguruan tinggi yang berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun peradaban yang berilmu, berakhlak, dan berkeadaban.

Penulis: Muhammad Jazuli

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama